Cerita Dewasa - Kisah Pemerkosaan | Global Dewasa | Sexy Angel
mas template

Cerita Dewasa - Kisah Pemerkosaan

Cerita Dewasa - Saat ini aku bekerja di perusahaan papaku, sebagai orang kepercayaan papaku ( mungkin karena anaknya sendiri ). Kuliahku sendiri sudah tamat S1 di universitas swasta yang cukup terkenal di Jakarta. berikut cerita dewasa lebih lengkap ...


Hari itu, aku mendapat telepon dari sahabat lamaku di SMU (sampai kuliah juga masih sih), "hallo Vyonne nya ada?"suara dari telepon seberang sana, "siapa nih?"tanyaku, "Vy yah? Ini Shanty, bego!!!
Hhahaha gimana kabar lu?", "oh Shanty?

Sialan luh! Gua baik baik aja, ngapain luh telpon gua pagi pagi buta gini?"

tanyaku, "jee jadi ga bole nih telpon ratu kecantikan kita pagi pagi gini?" ledeknya. Semenjak aku dinobatkan sebagai ratu kecantikan memang sering sekali teman temanku suka mengungkit ungkit gelar tersebut.

"Jee, bukan begitu, abis tumben aja telpon gua, gua kira lu udah lupa ama gua"kataku,
"Eh neng, yang lupa siapa? Ente kali yang lupa sapa gue"celetuknya, "Udah kerja mah jadi udah ga pernah ngumpul lagi, uda ga inget lagi ama temen, taunya kerja mulu, dulu kuliah masih ngumpul ngumpul"lanjutnya yang membuatku tertawa terus.

"Eh ya aduh gua belum lulus lulus nih, sialan dosen pembimbing gua, orangnya genit maunya ketemuan terus, sialan mau dilamporin ke polda juga kali hahaha"katanya lagi.

Cerita Sex - "Yang pegi yah teman teman kita dulu, kalau soal dufan rame apa kaga sih gua kaga tau, emang gua dewa apa, jadi ikut ya, sekarang nih buruan gua jemput deh"
"Yah uda deh bole, gua siap siap dulu, tau aja yah luh kalau gua off

hari ini. Yah gua ajak Billy juga bole ga?"
kataku kemudian, memang aku kerja seminggu ada 3 kali tidak masuk kerja, tetapi biasanya aku tetap masuk dan tidak mengambil kesempatan tersebut buat berlibur, mungkin aku tipe workalkoholic kali.

"Billy? Cowo luh itu, jangan atuh namanya juga reunion sahabat gitu, udah deh pokoknya Cuma kita berenam aja, si Amel saudara lu, si Cindy, Sisca, lu, gue ama si kecebong banci temen kita si Randy
hehehehe"

Cerita Gadis - "Jahat lu si Randy lu katain kecebong, hahahaaha banci banci gitu baik banget lagi orangnya" kataku membela temanku yang banci itu. "Ya udah jadi berenam aja yah? Ok deh gua siap siap dulu mau pake lotion anti matahari dulu deh bye, thanks ya"timpalku, "Ok bye jangan lama lama yah, gua sampe luh da musti siap yah ok deh byeee"kata Shanty mengakhiri pembicaraannya.


Shanty juga adalah seorang keturunan, orangnya pintar, ia adalah peraih peringkat 2 di kelasku sewaktu SMU dulu dan aku rank1 saat itu, ia memiliki body yang sexy, proposional, ukuran branya lebih besar dari kepunyaanku, dia mengenakan bra 34c, sedangkan aku 34b, wajahnya juga sangat cantik, dengan tinggi badan 164cm dan berat 48 kg, tetapi kalau bicara soal ukuran payudara maka saudaraku yang juga sahabatku Amel memilikki ukuran yang paling besar, 36 c. tubuhnya montok tapi tidak terlihat gemuk, wajahnya cantik, kulitnya

tidak seputih kami walaupun seorang keturunan pula, mungkin karena sering berenang, rambutnya sebahu, dan dicat pirang, ia mengambil kuliah di Singapore. Di SMU dulu ia adalah wanita yang memiliki wajah imut dan dada yang besar sehingga terasa kebesaran untuk tubuhnya, dan banyak pria pria yang mengejarnya, Amel memiliki tinggi badan 157 cm dengan berat 50kg, memang kelima temanku merupakan keturunan semua.

Cerita Lesbian - Cindy temanku merupakan yang paling berduit di antara teman –
temanku, ayahnya memiliki 3 buah kapal yatch, Cindy juga merupakan
salah satu idola kaum pria hanya saja otaknya kadang agak lemot, (
sorry loh Cin kalau lu baca cerita gua, tapi emang bener kan? )

Cindy memiliki kulit yang paling putih di antara kami, dan herannya kulitnya itu sepertinya susah hitam, bila ia berjemur maka hanya terlihat terbakar kemerahan, hanya kurun waktu 2 hari kulitnya sudah putih kinclong seperti semula. Cindy memiliki tinggi 165 cm dengan ukuran bra 36a dan berat badan sekitar 49kg.

Sedangkan Sisca adalah teman kami yang paling rusak, dialah kepala preman di SMU kami dulu, orangnya tomboy, tapi cantik dengan rambut agak panjang kira kira sejengkal di atas pinggang. Rambutnya sangat lurus, anaknya suka dugem, merokok, dan easy going, tetapi setahu kami ia bukan pemakai obat obatan, mungkin karena ia lebih cepat bergaul dengan kami, jadi tidak sempat tersesat ke alam yang kelam.

Merokok pun sudah banyak berkurang, tingginya sekitar 158cm dengan berat badan 46kg, tapi cukup berisi, dengan ukuran bra sama denganku 34b, sedangkan aku memiliki tinggi 168cm dengan berat 48kg. memang akulah memiliki tinggi yang paling tinggi di antara teman teman yang cewe.

Cerita Tante - Sedangkan Randy temanku sebenarnya memiliki wajah yang cukup tampan, tetapi bukanlah gantengnya cowo, tapi terlebih terlihat seperti wanita, dengan tinggi 178cm dengan berat 68kg, memang sangat bongsor, bahkan ia mengikuti latihan kebugaran fitness sehingga badannya cukup kekar, tetapi juga mengikuti latihan aerobic hahaha, dia juga pemain basket, orangnya baik, selalu membantu kami, dan kurang lebih sebagai tempat curhat kami berlima juga sekaligus bodyguard yang bisa diandalkan, dan mungkin karena sifat bancinya yang menambah kekuatannya ( memang banyak yang bilang seoran g banci memiliki tenaga lebih besar mungkin 2 kali lipat dari pria dengan postur tubuh yang sama ), tetapi belum pernah kami mendengar ia suka pada seorang gadis maupun pria.


Ia lebih sibuk dengan kegiatan desingnernya. Setelah aku bersiap siap dengan dandanan t-shirt ketat sepusar warna biru laut dengan motif air laut, dengan rok mini warna coklat berbulu dan juga jaket bertopi lengan panjang karena takut matahari yang terik, tidak lupa wajah, leher, lengan, paha sampai ke ujung jari kaki kelingking kuoleskan sunblock yang cukup bagus rekomendasi dari dokter kulit langgananku di RS Pluit, agar tidak hitam.

Cerita Panas - Kudengar tidak lama suara bell berbunyi, "Mbok, ada yang dating, tolong donk bukain pintu dulu" teriakku memanggil pembantuku, ternyata yang dating adalah Shanty dan Sisca mereka satu mobil memang Shanty dan Sisca daerah rumahnya lebih berdekatan, tetapi Shanty dari perumahan yang lebih elite dan Sisca tidak terlalu, karena ia tinggal di Jakarta bersama neneknya karena orang tuanya sudah pisah ranjang dan masing masing mengurusi bisnisnya, mungkin karena ini pula Sisca jadi tidak begitu diperhatikan dan jadi suka merokok dan clubbing.

Setelah dipersilahkan masuk oleh pembantuku, akupun turun menyapa mereka "Eh hi waw dah lama ga ketemu?

berdua aja datengnya?

Yang lain mana?" tanyaku, sambil memeluk mereka dan sun pipi kiri dan kanan. Shanty terlihat sangat cantik dengan setelan tangtop putih dan rok mini jeansnya, tampaknya ia membawa jaket kulit hitamnya, sedangkan Sisca dengan kaus t-shirt ketat sepusar warna kuning dengan rok selutut warna merah.

"Oh si Cindy bawa sopir, dia bareng sopirnya ama Amel ama Rendy, jadi 2 grup ntar kita ketemuan di sana janjiannya sih tempat kuda kuda itu loh, tapi tar hp in aja" kata Sisca. "Oooh, eh mau minum ga nih?" tawarku, "Udahlah ga usa ntar dia orang kalau sampe duluan ga enak juga kita telat, kan daerah lu mau ke Dufan jauh juga Vy, makasih, kita berangkat sekarang aja deh," kata Shanty, "Eh ya Vy tar  gua ga bisa malem malem loh, soalnya gua musti nyelesaiin skripsi gua, jadi jam sebelasan lah gua udah musti ampe rumah okey?" tambah Shanty. "Jam sebelas ga malem gila luh, malemnya luh jam brapa emang?" candaku, dan kami pun tertawa.

Akhirnya kita berangkat ke Dufan, di mobil kita bercerita banyak, karena sudah lama tidak bertemu semenjak aku kerja dengan papaku memang kegiatan agak sibuk, tapi aku menikmati pekerjaanku, aku juga sudah tau lika liku perusahaanku, aku memiliki seorang kakak laki laki tapi bukan saudara kandung, ia diangkat anak oleh papaku karena ayahnya meninggal, sebetulnya masi saudara sepupu dengan aku dan Amel, dia juga menjalankan usaha papaku. Kami sudah begitu dekat layaknya saudara kandung karena saat dia di masukan ke keluarga kami usianya baru 3 tahun, dan aku belum lahir baru setelah 2 tahun kemudian aku lahir, ia juga menganggap ayahku seperti ayahnya sendiri, orangnya baik dengan wajah tampan dan seorang pria yang didamkan banyak wanita, termasuk teman temanku.

Tapi sayang untuk ke depannya bukan dia yang mendapat keberuntungan menikmati tubuh putri putri cantik seperti kami, melainkan…….

Akhirnya setelah menempuh waktu sekitar 1 ½ jam sampai juga kami ke daerah yang di tuju, setelah membayar tiket masuk mobil, aku pun menelepon Amel "Eh Mel, di mana? Udah sampe belum? Kita uda baya tiket masuk mobil nih"kataku. "Eh si cakep, kita kita di sini juga baru aja masuk untung tadi di rumah Amel, gua suruh main game dulu, soalnya kan rumah mel udah deket kalau mau ke Dufan, pas banget donk yah…. Hmm… eh lu pada naek BMW nya Shanty yah? Yang putih? Yang seri 7 itu? Kayaknya kamu orang yang di depan mobil kita sekitar 2 mobil deh, kita naek mobil Land cruisernya Cindy, liat ga?"kata Amel, memang Amel orangnya agak agak manja kalau berbicara, Akupun menolehkan kepala ke belakang mencari cari dan setelah melihat mobil yang diindentifikasikan, "Oh iya iya yang platnya B**MW itu yah? Iya gua udah liat tuh, wah barengan nih"kataku penuh dengan canda ria, aku sudah tak sabar ingin bertemu sahabat-sahabat lamaku.


Maka akhirnya kita pun sampai ke tempat tujuan, Cindy memakai rok selutut warna biru dengan jaket berbulu dan tank top merah dengan belahan rendah terlihat sangat cantik yang pasti membuat para pria berpikiran ingin menyetubuhinya, Amel dengan celana jeans dan kaus t-shirt warna merah yang ketat sehingga terasa bajunya tidak mau menampung payudaranya yang besar tersebut, dan Rendy dengan kaus bermotif perak ngejreng, seperti penyanyi dangdut.

Suasana begitu meriah ketika kita bertemu kembali setelah kurun waktu beberapa lama tidak bertemu, mungkin sekitar setahun lamanya (mungkin bagi beberapa orang itu adalah waktu yang singkat tapi bagi kami serasa 10tahun kali, karena sudah terbiasa bersama sama) semenjak reunion tahun lalu.

Kita berfoto ria dengan memakai kamera digitalku, si Cindy juga mebawa kamera digitalnya, lalu aku membawa handycamku merekam kejadian kejadian lucu dan indah yang pantas dikenang.

Aku takkan pernah lupa masa masa bahagia ini, karena semenjak kita berteman tidak pernah berkumpul di Dufan jadi ini untuk pertama kalinya ngumpul bareng di Dufan, serasa masih kecil saat dulu, kita naik halilintar dan macam macam lainnya lagi sampai akhirnya naik arung jeram yang membuat tubuh kami basah semua, tak pernah aku merasa sebahagia ini semenjak aku sudah mulai kerja.


"Wah basah semua nih gimana nih? Mau kering-in dimana nih? Apa mau langsung cabut aja nih?"tanyaku,

"Hah? Kering-in?
ini mana bisa kering malem malem gini, yang ada malah masuk angin, emang ga bawa baju ganti apa? Kita kita sih bawa"kata Cindy.

"Hah? Lu orang ada baju ganti semua?"kata Shanty.

"Wah berarti rombongan kita doank nih yang ga bawa"sambung Sisca, "Makanya sedia payung sebelum ujan, tadi sebelum jemput gua, gua udah ingetin ke Cindy ama Rendy bawa baju ganti soalnya rencana mau main yang basah basah malem aja biar lebih seru, gua kira luh pada udah pada tau bisa bawa baju ganti, kan yang terpinter diantara ada 2 biji dalam satu mobil, bisa bisanya pada ga nyadar" kata Amel sambil memeras ujung bajunya, sambil mengeleng-geleng kepalanya, tidak menyangka kami akan sebodoh itu.

Akhirnya tinggal kami bertiga yang berbasahan tapi tidak punya baju ganti, untunglah tadi aku memakai jaket jadi bagian dalam bajuku  tidak terlalu basah, karena jaketku termasuk tebal walau bahan  sweeter gitu, tapi celana dalamku terasa sangat tidak nyaman karena sangat basah, "Eh Shan, gimana nih cd gua basah banget nih, ga nyaman banget nih"bisikku pada Shanty, "Iya gua punya juga, udah lepasin aja ga ada yang tau ini, ga enak banget" sarannya sambil meringgis kepadaku, "Ya uda gua temenin juga deh"kata Sisca yang juga lupa membawa baju ganti, akhirnya kita bertiga memutuskan untuk ke toilet dan melepaskan celana dalam kami dan kami selipkan di tas
kami tentu saja setelah diperas dan dimasukan ke dalam plastic putih.

"Yuk udah yuk pulang uda malem banget nih, gua mau ngerjain scripsi gua nih"rujuk Shanty, yang akhirnya disetujui semua pihak. Akhirnya setelah makan Mcd kita pun berpelukan sambil mencium pipi kiri dan kanan dan berpisah, sesuai dengan mobil yang pertama kita tumpangi masing masing.

Akhirnya sampai juga di komplek perumahanku, mereka tentu mengantarkanku terlebih dahulu, karena rumah mereka lebih berdekatan, sesampainya di depan rumahku, aku pun turun.

"Wah thank you banget yah, wah gua senang banget loh hari ini, eh semoga skripsi luh bisa kelsr ya Shan, tar deh kita contact – contact lagi"kataku. Dan cukup lama aku berdiri di depan rumahku sambil bercanda dan tertawa riang, tanpa menyadari ada seseorang yang sedang memperhatikanku, seharusnya dia dmelihatku dengan jelas, karena depan rumahku cukup terang untuk menerangi jalanan di depan rumah, setelah berbasa basi selesai maka mobil Shanty pun melaju pergi, dan mimpi burukku dimulai.

Saat hendak masuk rumah kudengar suara rintihan seseorang, tadinya aku berniat untuk mengacuhkan saja suara tersebut, pikirku bukan urusanku, tapi kemudian naluri kemanusiaanku berkata lain.


Setelah membuka gembok rumah, akhirnya kukunci kembali, kudekati orang tersebut, orang itu memakai jubah yang menutupi wajahnya dan membunkuk kesakitan.

"Ada apa pak?" tiba tiba pada saat aku berada pada jarak yang sangat dekat orang tersebut berdiri.
"Hei kalau ga mau mampus ikut gua"kata orang itu sambil menodongkan pisau goloknya yang besar, aku tersentak kaget dan shock.
"Apa apain ini?"mukaku mulai pucat pasi.
"KALAU LUH GA MAU MAMPUS DI SINI IKUT GUA SEKARANG!!!!"orang itu
mengulangi.

Aku hendak berteriak dan berlari ke rumahku yang hanya berjarak beberapa meter, aku sangat menyesal mengikuti naluri bodohku, tapi kemudian ku piker rasanya tidak sempat dan kakiku sangat lemas sekali, "Tolong pak jangan bunuh saya, saya akan kasih uang ke bapak kalau bapak membutuhkannya"kataku.
"Hm ya bagus kalo luh ngerti, tapi gua ga mau lu kasi di sini luh musti ikut gua!!!"bentak orang itu.

Perawakkannya besar sekali mungkin tingginya sekitar 180an dengan kulit hitam dan perut buncit, di lengannya kulihat banyak tato menandakan bekas preman, belum lagi bekas bekas luka jahitan di tubuhnya, wajahnya tidak terlalu jelas karena dalam suasana gelap, "Yah ba…baik pak, saya ikut bapak"kataku ketakutan menuruti perintahnya.

Kemudian aku mengikutinya, kulihat diujung jalan ada sebuah mobil nongkrong dan ada sekitar 3 orang yang aku yakin pemilik mobil tersebut. Kemudian otakku berpikir keras bagaimana supaya lolos dan meminta tolong pada 3 orang tersebut, "Pak, saya mau dibawa kemana?"

kataku mengulur waktu sambil membuatnya tidak sadar akan adanya orang di depan. "Udah lu diem ntar juga luh tau!!"katanya.

Kulihat ia tampaknya menurunkan pisaunya takut terlihat 3 orang tersebut karena ia mulai menyadari bahayanya sendiri.

Nah, ini dia kesempatanku, aku spontan berlari ke arah mobil tersebut "Pak tolong pak, saya mau ditodong pak"teriakku tersendat sendat sambil berlari kea rah mobil tersebut, kurasakan orang yang menodongku tidak mengejarku, "Hah? Mau ditodong siapa neng?"kata orang tersebut, "Itu pak, itu orang yang besar itu yang sedang menuju sini pak, hati hati pak dia bawa golok, tolong pak"kataku.

"Hati hati?

Justru yang harus hati hati tuh kamu hahhaha"katanya dan diikuti tawa teman temannya, "Saya ga becanda pak orang itu mau todong saya"kataku memelas dan mulai kesal karena tidak dipercaya. "Yang bilang ga percaya itu sapa neng, lu liat gua siapa dulu!!"kata salah seorang tersebut, kemudian aku merasa pernah kenal dengannya si Prambo, salah seorang mahasiswa di kampusku, tetapi ia mengambil jurusan hukum, dan kami hanya pernah sekelas pada saat pelajaran MKU saja. "Oh prambo ya?

Iya mas tolong saya saya mau ditodong mas"kataku. "Ya uda masuk mobil sana, pak Suryo jaga dia baik baik, kirno juga jaga yang bener" kemudian aku naik keatas mobilnya di bagian tengah, mobil kijang Krista terbaru karena Prambo termasuk anak yang lumayan dari keuangannya, ayahnya adalah salah seorang pejabat di pemerintahan orde baru, tetapi sampai sekarang juga masi dipakai karena tidak terbukti KKN, dan menurutku memang ayahnya seorang yang bersih dari hukum dan tindak KKN, Prambo adalah seorang pribumi wajahnya tidak bisa dibilang jelek tapi juga tidak tampan, biasa biasa saja tetapi salah seorang murid yang cerdas.

Akhirnya aku bisa bernafas lega, aku duduk di tengah diapit pak Suryo yang kelihatannya seorang **** tetapi aku merasa ia bukan seorang **** yang benar, dan Kirno dengan tubuh kurus ceking dengan gigi tongos yang sangat buruk rupa, dan bahkan kelihatan seperti orang idiot, karena cengegesan sejak tadi.

Kemudian Prambo masuk ke mobil dan menyalakan mesin, dan orang bertubuh sangat besar tersebut sudah sangat dekat, "Bo jalan donk, bo ada apa?

Kenapa ga jalan dia uda makin deket, lu ga berniat lawan dia kan?

Dia bukan lawan luh badannya aja gede banget," tiba-tiba buk kaca jendela dipukul dan orang tersebut melihat melalui kaca, mengintipku dari kaca yang gelap, baru bisa kulihat dengan jelas ternyata wajahnya menyeramkan dan ia menyeringai kepadaku, dan aku rasanya sudah tidak tahan lagi dengan suara cengengesan si Kirno, ingin rasanya menyuruhnya diam.

"Udah jalan bo, ke kantor polisi aja"kataku, tapi mereka semua diam saja, dan benar saja orang bertubuh bongsor dan buncit itu masuk ke dalam ke samping sopir tempat duduk, "ASTAGA"pekikku dalam hati, matilah kita semua. "Mas prabawa, wuih si mas berhasil bikin temen gua takut" kata Prambo. HAHAHAHAHA tawa riuh di dalam mobil tersebut, langsung kusadari aku sudah masuk ke sarang buaya, ternyata mereka satu komplotan, langsung lemas badanku, dan mobilpun melaju.


Kemudian Prambo menjelaskan kalau Kirno emang otaknya ga beres, rada rada tolol dan gila, kalau pak Suryo adalah seorang guru ngaji yang sudah pension dari kotanya di daerah pesisiran pinggiran Bandung dan dibuang oleh warga sana karena mencabuli bocah bocah di bawah umur selain itu ia juga merangkap sebagai dukun cabul, tetapi pak Suryoadalah paman jauhnya, paman dari ibunya, bisa dibilang adik ipar ibunya, usianya sekitar 50an, dan karena pak Suryo sering merawat dan mendidik Prambo, maka menjadi dekat sehingga sewaktu pak Suryo ditangkap maka keluara Prambo dengan kuasa ayahnya dan kemampuan hukum yang dipelajarinya pak Suryo dapat bebas dengan mudah dan menjadi sahabat karib Prambo.

Kirno usianya sekitar 18 tahun dengan otak dungunya cocok dengan wajahnya yang sangat jelek adalah temannya sejak Prambo di bangku SMP, saat itu Kirno masi SD, tapi mereka satu tempat les sehingga akrab satu sama lain, Prambo juga sering mengatasi kesulitan belajarnya Kirno. Dan pak Prabawa adalah mantan militer yang sudah dipecat, dan salah satu aktivis pemerkosa yang terjadi bulan mei98 lalu, dan sekarang menjadi bodyguard Prambo, menurut Prambo, pak Prabawa sangat rasialisme, ia sangat membenci ras lain.

Sedangkan Prambo semenjak satu ruang denganku saat pelajaran mku, ia sering menyatakan cintanya kepadaku,dan kutolak, karena aku sudah memiliki pacar dan aku sama sekali tidak memiliki hati dengannya. Bukan karena rasnya, karena papaku mengajarkan kalau semua orang itu sederajat, hanya orang orang yang mau berusaha dan tidak memiliki pikiran picik, niscaya ia akan sukses.

Selama di mobil, aku terus digerayangi, dadaku diremas remas dengan agak kasar "AAHH…… jangan tolong sakit sekali, jangan"kataku memelas, "Udah diem nikmatin aja"kata pak Suryo, tasku di ambil oleh pak Prabawa, diperiksanya kartu indententitasku, sim ku, dan barang barang berharga lainnya termasuk handycam dan kamera digital yang aku miliki, ia lihat satu persatu hasil fotoku, "Wah gila bos emang sip kalau milih cewe, gua udah terangsang banget nih hieahahahaha, liat nih bos foto teman temannya, cuantik cuantik bos, wuih gila, sayang ini ada foto siapa nih? Raja minyak nih?

Tapi kok kaya bencong gitu sih gayanya? Jijik gua jadi ngeliatinnya, dasar cina geblek!!!"entah apa saja yang di dumelin oleh pak Prabawa, tetapi lama kelamaan kupingku panas juga mendengar ejekan demi ejekan yang dilontarkan, ingin rasanya membuat mereka mati, tapi apa daya aku tidak mampu, bahkan bisa bisa aku yang dibuat mati.

Bagian pahaku kini di geranyangi monster jadi jadian si Kirno,tangan nya yang dingin mengelus dan memaksa masuk ke dalam rokku dan kutahan karena aku takut ia mengetahui aku tidak memakai celana dalam lagi, ia terus memaksa dan aku menekan rokku dengan sekuat tenaga, kemudian pak Suryo mengangkat kedua tanganku sehingga tangan si kirno langsung menyusup ke dalam rok miniku, "Aaaahh… engghh"desahku ketika tangan dinginnya menyentuh bagian kemaluanku. "Wuih gila ini cewe ga pake cd bok, emang udah nunggu kita kita kali yah?

Tau aja luh mau di entotin!" ujar si kirno, "Wuih bo, jembutnya alus banget nih ga tralu lebat tapi lembut"ujar Kirno.


Aku berusaha memberontak tapi pak Suryo menekanku sehingga aku tidak mampu bergerak, aku heran kenapa pak Suryo bisa menekanku dengan mudah, mungkin kekuatan dukun yang dimiliki pak Suryo, mampu membuat tubuhku tak bergerak dengan sentuhan ringannya, akhirnya setelah Kirno puas meremas remas dadaku dan mengelus elus kemaluanku, kita sampai disebuah tempat yang gelap. "Ayoh turun!!"perintah prabawa, aku pun turun, dan langsung saja bau busuk yang menyengat terasa mengganggu pernafasanku, setelah kuamati ternyata ini adalah sebuah pasar, tetapi kelihataannya sepi dan tidak ada seorangpun yang disini,rupanya ini adalah pasar gelap, dimana segala hasil rampasan dijual bebas disiini termasuk hewan hewan ternak hasil curian.

Kemudian aku ditarik sampai ditempat yang paling bau, yaitu sekitar bak sampah yang menggunung, dan sangat bau pesing mungkin banyak yang buang air kecil disini sehinnga lantai pun agak sedikit becek. "Buka baju luh semua kalau lug a mau baju luh basah!!"perintah Prambo, "Waduh bo, kok luh gini sih?


Mau luh tuh apa sih?

Jangan gini donk bo, sadar lu tuh anak kuliahan, gua tuh masi temen luh, wah gua ga nyangka lu bakal gini"ujarku sambil memelas minta ampun. "HEI ******* CEPET BUKA BAJU LUH GUA JEJELIN SAMPAH JUGA NIH MULUT LUH!!!"tiba tiba prabawa membentak, membuat nyaliku ciut dan jantungku hamper copot, biasanya aku adalah orang yang tidak takut mati, entah kenapa hari ini aku begitu takut, takut sekali akhirnya kulepaskan bajuku satu persatu mulai dari jaketku yang lagsung di pegang Kirno, dan Prambo pun menyuruh pak Suryo mulai merekam.

"Ulangin apa yang gua omong atau gua bunuh luh" kata Prambo, "Aku Vyonne, inilah kisah cintaku, kisah indah yang paling kutunggu tunggu, ayo cepat ulangi"perintah Prambo, aku sudah mulai bisa menduga apa yang akan terjadi selanjutnya, air mataku pun mengalir, " aku… ak… u.vy…vyonne… ini…kisas… kisas…kisahhh… cinn taku… yang pal…ing…" "LUH LAGI NGOMONG APA LAGI *******?

"bentak Prambo "ulangi lagi"kata Prambo, akupun menguatkan diriku dan sebisa mungkin tidak terbata bata lagi, karena aku ingin ini semua cepat berakhir "Aku vyonne…. Inilah… kisahku kisah cintaku…kisah indah yang paling kutunggu tunggu." Akhirnya aku sanggup menyelesaikan kalimat menjijikan ini, "Bagus bagus banget, ini dia yang kuharap harapkan,"ujarnya, "Ya udah lanjut buka baju luh sono!"perintahnya. Aku pun menuruti apa katanya karena bagiku sudah kepalang tanggung dan entah harus lari kemana lagi, akhirnya aku berhasil melepas bajuku semua, "Wuih busyet dah putih mulus banget nih, gila ngecling banget, wah gila beruntung banget nih kita nemenin Prambo di sini, ga sia sia gua ga nonton KDI buat yang ginian"kata kirno mengomentari,


"Sekarang gua mau nanya luh, kenapa luh ga pake color?

Eh sori ga pake cangcut?"ujar Prambo,

huh bener bener memalukan sekali pikirku, bagaimana mungkin aku bisa menjawab pertanyaan konyol gitu, "Hei gua Tanya lu musti jawab!!!

Ngapain luh ga pake cangcut?

Luh ini eksibionis ya?

"ejek Prambo dengan mata menatap curiga, "Bu….kan.. begitu… tadi vy main arung jeram basah semua, jadi karena ga nyaman maka saya lepas cd itu,"kataku "Hahaha guoblok luh guoblok dasar tolol, oke oke, jadi luh ga nyaman yah, gua perintahkan mulai saat ini luh ga bole pake yang namanya kolor, termasuk waktu luh lagi dating bulan"katanya, mulai saat ini? Pikirku, apakah ini tidak akan berakhir pada saat ini saja?


"Ta,, tapi pram.."aku hendak menanyakan kalau ini berakhir sampai sini saja, "Kenapa?

Luh takut waktu lagi mens keluar terus, tenang aja gua uda pikirin hal itu, lh ga usa kuatir, asal luh nurut, hari iniluh bebas dari yang namanya mati, dan bukan Cuma luh yang mati, tapi bokap nyokap dan cowo luh beserta koko luh juga gua bantai, dan gua bisa sembunyikan mereka dan buat mereka seolah mati kecelakaan, luh mau kaya gitu?"

ancam Prambo. "Nggg….. nggak jangan Pram luh bole apain gua aja hari ini gua milik lu, tapi jangan melibatkan yang lain lagi."aku memohon, aku benar benar tidak dapat kehilangan keluarga yang sudah sangat menyayangiku. "Okey okey sekarang lu merangkak ketempat gua dan mohon ke gua untuk buka celana gua buat luh oralin… CEPATTTT CEPATTTT CEPATTTTT"Prambo tampak tidak sabar lagi melihat kepasrahanku. Akupun merangkak, tanganku menyentuh dinginnya lantai yang agak becek, dan berbau tidak sedap, aku bergidik sesaat dan tubuhku merinding karena udara malam yang dingin mulai menusuk tubuhku, lututku juga menyentuh lantai becek dekat bak sampah tersebut, sementara Pram mengambil kursi lipat yang sudah agak lusuh tetapi masih dapat dipakai, ia duduk disana, walaupun jarakku dan Pram tidaklah jauh hanya tinggal beberapa puluh centimeter saja, tapi terasa bermil – mil jauhnya, "Pram…. Aku… mau…. (terasa sangat berat untuk mengucapkan hal ini)  oralin kamu" "Hah?


Apa?

Gua ga denger… coba ulangin sekali lagi tapi yang lebih manis"kata Pram

"Pram, aku mau oralin kamu"kataku "Ooh okey, jadi luh mau dibayar berapa buat oralin gua?

" aku bingung harus menjawab apa, kemudian aku melihat pak Suryo mengucapkan sesuatu kepadaku dengan gerakan bibir sangat perlahan dan tidak bersuara "Gratis". "Uhm.. Gratis Pram"kataku "Ohh jadi luh rela yah, bukan paksaan yah?

"kata Pram "Bukan"kataku sambil memalingkan wajahku dari handycam yang disorot kea rah wajahku seolah di close up.

"Okey kalau gitu silahkan mulai"kata Pram. Akupun mulai membuka resleting celananya, kancing celananya dan kulepaskan, ia membantu mengangkat pantatnya agar aku dengan mudah meloloskan celananya, kulihat cetakan besar dibalik celana dalam biru lautnya, kemudian aku lepaskan juga, Dan terlihat sebuah benda yang mengacung dengan kerasnya dan sedikit berbau asin, aku cukup terkejut dengan ukuran penisnya, walaupun tidak sebesar milik pacarku, tetapi terasa sangat kokoh, dan terlebih lagi hitam kelam, kemudian aku mulai menyentuh penisnya, kudekatkan mulutku, dan mulai menjilati ujung penisnya, terasa asin, dan terasa ada cairan sedikit pada ujungnya, kemudian aku menutup mataku dan langsung kumasukan saja kedalam mulutku, aku hisap, dan aku kulum, kukocok kocok dengan tanganku juga, lama kelamaan aku mulai terbiasa dengan penisnya aku mulai dapat menyesuaikan diri, aku jilat samping sampingnya hingga ke buah pelirnya, aku mainkan ludahku sedikit dipenisnya, kemudian aku ratakan dan kuhisap dan kujilat kembali, tampaknya aku jadi menikmati penisnya, terasa sesuatu sensasi yang lain dari pada bermain dengan pacarku. "Wuih gila man sepongannya enak tenan…


ga kaya perek perek pinggir jalan euy, asyik tenan, mirip artis artis bokep jepang atau bule"kata Pram mengomentari. Memang kalau aku paling jago dalam hal oral, bahkan seringkali pacarku sampai tidak tahan langsung mengeluarkan spermannya, tetapi tidak pernah aku menelan spermanya, memang pernah rasanya ingin mencoba tetapi baru terasa di mulut rasanya tidak biasa, pernah suatu kali aku mencoba untuk menelan sedikit saja tetapi kemudian aku malah mual dan terasa penuh, rasanya tidak menyenangkan sekali.

"Waduh bos jangan lama lama yah, udah ga sabar nih"ujar Kirno. "Ya udah ya udah sekarang giliran Kirno tuh, daripada gua kluar sekarang, trus satu satu musti luh jajal penisnya, dan jangan lupa untuk memohon"kata Pram.


Maka akupun mulai memohon satu persatu, si Kirno memiliki penis yang biasa saja, penisnya terasa dingin, dan Kirno belum disunat, "Bole saya hisap penis kamu?"kataku,"Oh hik hi hik bole neng boleh cik vyonne, kalau mau silahkan, langsung aja ga usa malu malu kalau memang kepengen ogut punya ya"kta Kirno cengengesan, Maka akupun mulai menghisap sampai ia kegelian, kemudian

"Giliran gua giliran gua"kata pak Suryo seperti anak kecil minta permen, sedangkan pak Suryo memiliki penis yang terbesar diantara mereka, "Mbah, boleh saya hisap penis mbah?"kataku dengan wajah sudah seperti udang rebus yang kontras dengan kulit putihku, menahan rasa malu yang amat sangat, "silahkan dik, nanti setelah cobaiin ****** abang dijamin ****** lain uda beda rasanya uda ga bakalan mau"kata pak Suryo.

Saat aku menghisap penisnya ternyata ada sesuatu di ujung penisnya, sesuatu yang bergrinjal grinjal, seperti batu atau sesuatu yang tidak kuketahui, aku cuek saja, sambil terus menghisap, menjilati, memberi air liur dan kuhisap lagi, memang terasa enak penis pak Suryo, ada sesuatu yang lain daripada yang lain, sesuatu yang asyik, membuat perasaan jadi tenang dan ingin terus melumatnya sampai habis, "Okey okey, jangan keenakan gitu non, sekarang si badan baja mau coba mulut luh juga niih, mau cobain kehebatan mulut atas luh, nanti kita kita juga bakal cobain mulut bawah luh mau tau luh pantes jadi budaknya kita pa nggak, gih jajal temen gua, sori juri satu lagi maksud gua"kata pak Suryo sambil ngakak sendiri sambil dengan nada mengejek.


"Ayoh cepet gua uda ga sabar mau diisep ama perek, pecun kaya luh, mau cobain mulut anak orang kaya jadi pecunnya kita, pasti asyik betul kan hahahahaha"ejek Prabawa, kupingku terasa panas, tetapi menghadapi ejekan demi ejekan justru membuatku makin bergairah terhadap orang orang yang kelasnya dibawahku semua ini.

Sedangkan Prabawa ternyata dengan tubuh besarnya memiliki penis terkecil diantara mereka tetapi memili diameter yang terbesar, pada saat aku menghisap penis Prabawa, si Kirno sudah tidak tahan, ia memasukkan jari jarinya ke dalam vaginaku dengan agak kasar, vaginaku memang sudah basah, karena aku merasa sangat terangsang sekali dengan keadaan ini, aku tahu posisiku sedang diancam, tetapi batinku mengatakan kalaupun aku tidak dalam keadaan diancam mungkin aku juga akan melakukan dengan sukarela, entah apa yang menyebabkan aku punya pikiran seperti ini, apakah mungkin Pak Suryo yang seorang dukun cabul?


Aku tidak tahu yang kutahu aku sangat menikmati
perlakuan mereka. Penis mereka satu persatu kukulum tetapi mereka tidak mau sampai mengeluarkan, katanya masih panjang perjalanan ini.

"Wuih ilah basah betul nih cewe kita, ci emang enak ya ngisepin ******?
Asyik ya?

Kita juga merasa mulutnya nci jago sih, belajar dimana sih?

Udah biasa yah ama hansip hansip rumah?

Ato satpam satpam?

Ko keliatannya jago amat yah?"kata Kirno mengomentari. "Hmmmm…….. harum lagi…"kata Kirno lagi, sambil menghenduskan hidungnya ke vaginaku, ia sekarang mempermainkan clitorisku, ia
gosok gosokkan, "Ah… jangan… jangan… ahhh…"aku sangat terangsang tetapi aku tidak ingin mereka tahu, aku berusaha merapatkan kedua pahaku, agar tidak dikerjai Kirno lebih dalam lagi.


Tetapi yang terjadi selanjutnya malah aku yang membuka kedua pahaku sementara kamera terus memfokuskan kemaluanku, badanku dan wajahku, "AAAHHHHHHH…..AHHH"akhirnya aku tidak tahan lagi, aku memuncratkan  cairan kewanitaanku, memang tidak banyak wanita yang dapat memuncratkan kewanitaannya, jarang sekali, tetapi aku salah satu
dari sekian banyak gadis, "Wuih gila mannnnn…. Muncrat…. Aje gile…. Emang cewe Chinese semua gitu ya Pram?

"ujar Kirno penasaran dan agak norak.

"Nggak tau deh gua, ntar luh cobain aja temen temennya"kata Prambo langsung tersentak aku terkejut, teman temanku? Apa mereka juga mau mencicipi teman temanku? Tapi aku sudah terlalu capai untuk mengomentari hal itu, aku biarkan saja hal itu seolah olah aku tidak pernah mendengarnya.

"Nah sekarang giliran gua ya"kata Pram sambil mendekati diriku, ia mengarahkan penisnya kearah kemaluanku, sementara aku masih dalam keadaan membukuk terlungkup, aku merasakan ujung penisnya menyentuh ujung vaginaku, ia putar putarkan vaginanya, tiba tiba ia menjulurkan tangannya ke arah wajahku,

"Ludahin,"perintahnya. Akupun menurutinya kuludahi telapak tangannya.

"Tambah lagi lebih banyak"katanya lagi, maka aku meludah lebih banyak, Air liurku kemudian dihirup sebentar olehnya, "uhh gila wangi yah"komentarnya yang kemudian dioleskan ke penisnya.

Kemudian dengan cairan kewanitaanku dan air liurku ia mulai memasukkan penisnya, "Ini cewe yang minta loh, buktinya ****** gua bisa masuk berkat memeknya yang basah dan ludahnya sendiri, jadi memek bawah ama memek atas kasi pelican hahahaahah"ejeknya yang diikuti tawa ketiga teman – temannya, perkataannya sangatlah kasar, mulut indahku ini dikatakan maaf memek, sangatnya tidak etis, tapi aku terlalu larut dalam kenikmatan permainan mereka, aku telah menjadi budak seks mereka.


Akhirnya aku merasakan penisnya menyeruak masuk ke dalam vaginaku, ia mulai mengenjotku dengan posisi doggie style "OOugh… ough… gila… enak… waduh… cowo luh ga pernah ewe in luh yah?

Kok masi sempit sih luh punya?

Tapi uda ga perawan, Kok bisa?

Luh suka masturbasi yah?

Luh ilangin sendiri yah perawannya luh?"

ujar Pram sambil terus mengenjot vaginaku, tangannya meremas remas payudaraku, dari arah belakang. Aku merasakan nyeri pada vaginaku, aku sering merawat kemaluanku itu, memang aku sudah pernah melakukannya sekali bersama cowoku, tapi itu sudah lama dank arena kami sama sama khilaf, tapi kemudian tidak pernah melakukannya lagi, hanya sekedar jilat jilat badan dan oralseks saja.

Kamera terus diarahkan ke arah di mana penisnya memasuki area kemaluanku, keluar – masuk – keluar – masuk. Begitu seterusnnya, sampai akhirnya aku mencapai puncakku yang kedua kalinya sementara Pram belum menujukan tanda tanda akan keluar, ia juga mengambil kamera digitalku untuk memotret moment tersebut, sambil film terus dilanjutkan, mungkin ini sudah dvd yang kedua, aku tidak tahu, yang pasti aku memang selalu membawa cadangan dvd kosong, di tasku ada sekitar 5 dvd lagi yang masih kosong.


Kemudian Pram memutar mutarkan penisnya kedalam vaginaku, aku merasakan batang penisnya menyentuh seluruh rongga vaginaku, terasa berputar putar, terasa sangat penuh, sampai akhirnya aku rasakan penisnya berdenyut denyut di dalam rongga vaginaku dan aku sendiripun sudah akan mencapai klimaksku yang ketiga kalinya

"Uoooooohhhhh….."teriakknya diikuti semburan spermanya di dalam rongga rahimku.

Ada perasaan takut hamil juga, tapi saat itu untung bukan masa suburku, Kemudian Pram belum juga melepaskan penisnya memutar tubuhku hingga aku berhadap hadapan dengannya, dengan penis masih menancap di vaginaku dia mulai mencumbuku dengan ganasnya, akhirnya aku pasrah saja ketika lidahnya mulai bermain main di mulutku, aku juga ikut membalas cumbuannya, aku kait kaitkan lidahku dengan lidahnya, air liur kami sudah menetes netes di pinggir bibir kami, akhirnya ia melepaskan panggutannya sehingga aku dapat menghirup udara sesaat.

Kemudian ia melepaskan penisnya dari rahimku, disusul dengan lelehan spermanya yang lengket dan legit itu.

Giliran Kirno yang maju menyerangku, ia langsung menciumi telingaku leherku sehingga aku kegelian, kemudian ia menjilati wajahku sehingga basah dan bau air liurnya, ternyata si Kirno mempunyai masalah dengan bau mulutnya, aku sebenarnya sudah mau muntah juga, tetapi akhirnya aku dapat beradaptasi dengan mulutnya dan tubuhnya yang dingin, setelah puas menciumi wajahku kini giliran payudaraku yang mendapat cupangan cupangan, kulit putih mulus payudaraku jadi penuh dengan cupangan cupangan merah dan air liurnya, kemudian barulah ia melepas bajunya semua hingga bugil dan kembali menciumku, bahkan ia menciumi dan menjilati vaginaku, ia menjilati clitorisku sampai aku mengerang keenakan, sementara si Prabawa dan Pak Suryo masing masing sudah telanjang sambil mengocok kemaluannya sendiri, handycam sekarang di pegang pak Suryo, dan kamera digital pada Prabawa, sedangkan Prambo entah menghilang kemana. Mereka tertawa cencengesan melihat ulah Kirno yang asyik dengan Vaginaku, aku sendiri pun sudah tak tahan dan akhirnya aku mencapai klimaks kembali, tetapi tidak muncrat seperti yang pertama kali.


Tiba – tiba Kirno bangkit dan membuka sebuah bungkusan kecil seperti bungkusan permen, yang lain juga kebingungan pada apa yang dilakukan

Kirno, si Prabawa berusaha mendongkakan kepalannya melihat ulah Kirno, begitu ia tau langsung ia mendekati Kirno dan tiba – tiba, PLAKKK, kepala Kirno di geplaknya

"Guoblok luh, gua kira ngapain, pake kondom segala luh!!!

Tolol bener sih luh jadi orang?

Ada juga si non ini yang takut ketularan penyakit dari kita bukannya elu yang

takut kena penyakit dari nih cewe!! Bego banget sih luh?

Buang tuh kondom!!!"bentak Prabawa pada Kirno,

Tenyata si Kirno ingin memasang kondom pada penisnya, aku sendiri pun merasa geli dan rasanya mau tertawa tapi kutahan, melihat kebodohan Kirno ini.

"Iya iya uwis tak buang aja! Huh gitu aja marah"ujar Kirno mendumel dengan logat jawanya.

Kemudian kepala penis Kirno mulai memasuki liang vaginaku, liang vagina ku terkuak bersamaan masuknya batang penis Kirno, vaginaku tidak terlalu sakit lagi karena ada bekas cairan sperma Prambo, tubuhku diseret kearah lantai yang agak becek, aku rasakan rambutku dan bagian kepalaku basah oleh air kotor yang ada di lantai ini.


Badan Kirno yang kurus ceking tersebut, saat bersentuhan kulit denganku terasa dingin, tubuhnya seperti cicak yang dingin, kemudian dia menempelkan telapak tangannya pada lantai yang basah kemudian meremas dadaku, sehingga dadaku terkena cairan kotor yang ada di lantai, "Uuuhhh…"keluhku sambil mengerutkan dahiku karena berasa jijik, "Kenapa?

Nikmatin aja ya ci, heheehe"ujar Kirno sambil cengengesan sambil terus memompa penisnya keluar masuk liang senggamaku, kali ini jarinya bergerak kea rah lubang anusku, ia mainkan jarinya di sekitar lubang anusku, sambil sesekali mencocolkan air dari lantai, membuat lubang duburku, kembang kempis menahan rasa geli yang diperbuatnya, dan kemudian jarinya mulai memasuki lubang anusku, aku tidak tahu dengan jari apa ia memasukkan ke anusku, tapi aku membuka lebih lebar liangku agar tidak terlalu sakit, karena dari beberapa artikel yang kubaca, agar wanita tidak merasakan sakit saat analseks maka ia harus merelakan dimasukan, dan tidak bole ditahan.

Lama kelamaan aku menikmati perlakuan kotornya ini, aku rasakan saat ia mengeluarkan jarinya maka mulut anusku akan terlihat monyong dan sewaktu dimasukan akan melesak kempot ke dalam.

Pahaku tak terasa membuka sendiri dengan lebar, berharap Kirno melakukan lebih jauh lagi "Ahh ahhhh, ahhhh"desahku aku merasa tidak dapat membendung lagi hasratku rasanya begitu nikmat, aku merasa melayang layang "AAAAA HHHHH aaa"akhirnya aku mencapai puncak kenikmatanku untuk yang kesekian kalinya,


"He hehe enak ya non? Padahal biasanya pada jijik loh kalau mau main ama saya, hehehe ternyata non doyan juga ya ama saya?

jadi pacar aku aja mau?

"tawa Kirno.
Aku hanya diam, tidak memperdulikannya, aku hanya memejamkan mataku merasakan masa masa kenikmatanku, begitu nikmatnya sampai badanku bergetar getar.

Keringat mengucur di seluruh tubuhku, aku sangat kelelahan, aku sempat bernafas kira kira 2 menit lamanya, sampai akhirnya giliran pak Suryo yang seorang dukun ini mengarapku.

"Hehehe non, tenang aja yah, nyantai aja, ntar kalau uda nyobain ****** mbah, dijamin non pasti mutusin cowo non, ****** mbah ini sekali dicoba topcer ampe nyess nyess… hehehehe"ujak pak Suryo yang membuatku bergidik mendengarnya.


Tiba – tiba ponselku berbunyi, rupanya orangtuaku menghubungiku, ingin rasanya aku berteriak minta tolong, tetapi "Hei, awas kalau macam – macam, Prambo sedang berada di depan rumahmu ingin membakar rumahmu, bila kau macam macam, kami tinggal menghubunginya, bagaimana?

"kata Prabawa. "Bajingan kalian ini semua!!!"umpatku dalam hati, "Baik, aku akan menuruti kalian"kataku.

"Halo ma, sorry yah ma ga hubungin mama, aku lagi di rumah Shinta, bantuin skripsinya, mama ga usa khawatir ya…"kataku. Setelah mamaku menyarankan agar tidak tidur terlalu larut, dan berbasa basi sebentar, akhirnya aku mengucapkan selamat malam.

"Hm… untuk jaga jaga supaya mamamu saat menghubungi Shinta dan kamu ternyata tidak ada di sana, sebaiknya kamu telpon temanmu itu"kata pak Suryo.

Maka akupun menuruti kehendaknya, dengan cerita yang dikarang bahwa aku berada di rumah pacarku saat ini dan aku juga mengatakan apabila mamaku saat menelepon ke rumahnya, minta ia beralasan saya sedang ke wc atau sedang tidur atau apapun juga supaya mamaku tidak mengetahui aku menginap di rumah pacarku, bahwa aku menginap di rumah Shinta.

Kemudian tidak lupa juga aku menelepon pacarku bahwa aku sedang berada di rumah Shinta dan memintanya untuk tidak menghubungi rumah Shinta karena takut mengganggu orang orang di rumah Shinta, dan ia pun mau mengerti, tapi yang membuat saya kesal adalah saat aku sedang menelepon pacarku pak Suryo terus menggeranyangi tubuh mulusku. Kemudian akhirnya telepon pun diakhiri bersamaan menghujamnya penis
pak Suryo ke kemaluanku bleessss… "Ahhhh…"rintihku sakit.


Tapi kemudian tubuhku tiba tiba merinding bulu bulu romaku berdiri semua, menambah kesexian di mata pak Suryo, tiba – tiba saja aku merasakan sesuatu yang sangat nikmat, padahal pak Suryo belum lagi menyodok yodok barangnya di dalam kemaluanku.

"Ahhh… Uhhh E e enakkk"desahku tak karuan, aku merasa cuek saja toh aku juga sudah disetubuhi dari tadi, tidak masalah apabila kali ini aku ingin menikmati senikmat nikmatnya. Pak Suryo mulai memaju mundurkan pinggulnya pertama tama pelan makin lama makin kencang keluar – masuk – keluar – masuk – keluar – masuk. Disertai bunyi kecipak kecipak, sambil tangannya terus memainkan putting susuku, diplintir kesana kemari layaknya mencari gelombang Sonora untuk radio.

Aku tidak tahan lagi dengan perlakuan pak Suryo yang entah jago bermain sex atau memang ada jampi jampinya, aku tidak peduli yang penting sekarang aku merasakan diriku berada di awang awang.


"Aaaaahhh aahhh terus pak terus enak banget sih, ahhhh ahhh ahhh…"teriakku, "Enak kan non? Enak mana ama punya pacarnya non?
Mbah bikin kamu ketagihan yah?"ledeknya. "Iya mbah enak banget"ujarku yang sudah tidak peduli lagi bahwa saat ini kamera sedang mengarah padaku. Setengah jam lamanya pak Suryo memainkan penisnya diputar di keluar masukan baik lembut nian, maupun kasar, tapi aku suka sekali, rasanya aku tidak ingin melepaskan penis pak Suryo dari kemaluanku.

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.